FANDOM


Icon-bima
Artikel ini tentang penjahat di Bima Satria Garuda dan Satria Garuda Bima X.
Icon-x
Topeng Besi
Wira
Torga (II)
Iron Mask
Iron Mask Reborn
Evil Torga
Satria Oisirs
Kelamin: Lelaki
Seri: Bima Satria Garuda
Satria Garuda Bima-X
Motif: Jendral
Besi
Harimau
Tipe Satria: Satria (Sementara)
Anti-Satria (Sekarang)
Tempat Tinggal: VUDO
Penampilan Pertama: Bima Satria Garuda Episode 1
Penampilan Terakhir: Bima Satria Garuda Episode 26 (Satria Garuda Bima)
Pertarungan Penentuan Dua Torga (Satria Garuda Bima-X)
Satria Heroes Revenge Of Darkness
Jumlah Penampilan
Episode:
26 (Satria Garuda Bima)
23 (Satria Garuda Bima X)
1 (TV Special)
1 (Movie)
Daftar penuh penampilan
Aktor: Wira: Faris Fadjar
Aktor Kostum: Jerri Yass
Pengisi Suara: Heru Setiadi (Bima Satria Garuda)
Solihin (Satria Garuda Bima-X)
Torga (II)
Iron Mask
Iron Mask Reborn
Evil Torga
Satria Oisirs

10404202 388295671338926 1684407833899316763 n
TORGA (II)

Topeng Besi
IRON MASK

BimaXEP037
IRON MASK REBORN

Evil's Torga
EVIL TORGA

OsirisMovie
SATRIA OSIRIS

"Aku, Sang Pemburu Satria, Evil Torga"
―Evil Torga

Wira adalah nama asli yang terungkap dari wujud manusia Topeng Besi adalah antagonist kedua di bima satria garuda sekaligus satu dari 2 antagonis utama di bima satria garuda X. pada awal kemunculannya di serial Satria Garuda BIMA ia adalah Panglima Perang Kerajaan VUDO. Tangan kanan Rasputin yang setia, Topeng Besi pada awalnya di serial Satria Garuda Bima adalah sosok misterius yang mengenakan baju zirah baja yang menutup seluruh tubuhnya dan mengenakan gantelet bercakar penghancur yang berkekuatan Power Stone Biru. Topeng Besi adalah panglima perang VUDO, namun strateginya yang agresif dan terang-terangan menyerang manusia membuat Bima selalu berhasil melacak dan menggagalkan operasi VUDO. Hal ini membuat Rasputin meragukan kemampuan Topeng Besi sebagai panglima perang VUDO; akhirnya menunjuk Azazel menggantikan posisinya sebagai panglima perang pada Episode 13. Topeng Besi sangat membenci Azazel yang merebut posisinya sebagai panglima VUDO, mengkhianatinya pada Episode 15 dengan meledakkan kapal perang VUDO saat Azazel ada di dalamnya. Pada Episode 16 terungkap bahwa Topeng Besi ternyata adalah sebuah "Baju Baja Hidup" tanpa siapapun di dalamnya yang dapat menggandakan diri. Pada episode 17 Topeng Besi akhirnya dikalahkan oleh Bima setelah pertarungan besar, namun pada episode terakhir, diceritakan bahwa Topeng Besi telah bangkit kembali, mengakhiri hidup Rasputin yang telah terluka, dan menyatakan kemunculan sesosok Dewa agung bergelar Black Priest ("Pendeta Hitam").[1] Topeng Besi mulai muncul di Episode 01 (aktor kostum: Jerri Yass, pengisi suara: Heru Setiadi (Bima Satria Garuda) / Solihin (Satria Garuda Bima-X)). di episode terakhir Dan kemudian muncul kembali pada debut awal Satria Garuda Bima-X begining,di serial Bima X begining dikisahkan topeng besi dibunuh mati oleh draconer dari belakang secara diam-diam dan Topeng Besi Muncul Kembali dalam wujud baru di Episode 6 Bima-X

Saat ia bertemu dan bertarung melawan Dimas, secara perlahan Topeng Besi sadar bahwa ia memiliki masa lalu terpendam yang, melalui manipulasi Rexor dan kekuatan Power Stone milik Dimas, memperlihatkan bahwa jauh sebelum memiliki identitas Topeng Besi, ia ternyata adalah Satria Torga generasi pertama dari masa lalu yang menyalah gunakan kekuatannya sampai dihukum oleh Spirit Harimau dan Bima Legend yang mengasingkannya ke dunia paralel. Hal ini belakangan membuatnya nyaris dibunuh pasukan patroli VUDO dan diubah menjadi baju baja hidup oleh Rexor. Setelah diberi Power Stone sintesis terkuat oleh Rexor, ia akhirnya mendapatkan versi gelap dari kekuatan Torga lamanya yang lebih kuat dari kekuatan tersebut.

Sejarah Karakter

Latar Belakang

Satria Heroes: Revenge of Darkness

Seperti yang diperlihatkan di segmen Arsya di Satria Heroes: Revenge of Darkness, Topeng Besi dulunya adalah seorang anak kecil yang akan beranjak remaja bernama Wira. Ia bercita-cita menjadi satria harimau Torga seperti gurunya, seorang pendekar bijak yang dikenal sebagai Master Torga. Sebagai calon Satria yang masih menjalani masa latihan, Wira dan gurunya mengembara sambil melindungi orang-orang dari para monster jahat. Dalam masa latihan tersebut, Master Torga mengamati bahwa Wira memiliki semangat dan rasa percaya diri yang besar sebagai penerusnya, tapi itu semua masih belum cukup karena Wira belum memahami nilai kesabaran. Pada suatu ketika dalam perjalanan mereka, Master Torga dan Wira sempat menyelamatkan Arsya, gadis seumuran Wira yang bergabung bersama mereka setelah orang tuanya menjadi keganasan salah satu monster yang mereka lawan. Pada mulanya Arsya menutup hatinya dari guru dan murid yang menemaninya, tapi seiring waktu, ia akhirnya membuka hatinya kepada mereka berdua, terutama dengan Wira. Hubungan dekat antara Wira dan Arsya yang berkembang menjadi rasa cinta menjadi dorongan untuk Wira supaya menjadi Satria yang kuat seperti gurunya.

Suatu hari, Arsya memberitahu duo guru dan murid bahwa sesosok monster jahat yang lebih kuat dari yang pernah mereka temui telah muncul dan menyerang. Meski dengan kesaktiannya dan bahkan sudah berubah menjadi Torga, Master Torga masih kewalahan karena ia harus melindungi Wira di saat yang sama. Tak tega melihat gurunya terdesak, Wira memanggil Atlas untuk membantu, tapi ini hanya membuat sang monster marah dan melesat untuk menghabisinya. Untungnya, disaat yang terakhir, Master Torga menggunakan dirinya sebagai perisai demi melinduingi muridnya sehingga ia terluka parah. Melihat gurunya roboh oleh serangan telak tersebut, Wira yang murka membangkitkan potensi dalam dirinya dimana ia melukai sang monster jahat hanya dengan satu pukulan.

Wira, Master Torga, dan Arsya kemudian bermalam di suatu tempat dimana Wira mengobati luka gurunya sementara Arsya menyiapkan makan malam. Meski terkesan dengan potensi muridnya yang telah bangkit dan terbukti menjanjikan, Master Torga masih belum yakin bahwa Wira sudah siap untuk bertarung bersamanya, sebab ia hanya baru menjadi kuat dalam segi fisik. Kecewa dengan penilaian gurunya, Wira memutuska untuk memburu monster yang baru ia taklukkan sendiri dan mengambil Power Stone Kuning secara diam-diam untuk tujuan tersebut. Mengikuti jejak sang monster, Wira tiba di sebuah tempat terbuka dimana makhluk buas yang ia cari menyergapnya dari belakang. Wira pun merespon dengan berubah menjadi Torga dan memulai pertarungan di detik itu pula. Di saat yang sama, Master Torga menyadari apa yang terjadi dan segera menyusulnya.

Begitu menjadi Torga, Wira yang terdorong oleh nafsu untuk membuktikan dirinya menghajar sang monster dengan tanpa ampun. Ia bahkan menghantamnya ke dinding tebing dan memukulnya habis-habisan sehingga dinding tebing di belakang monster menjadi rapuh oleh pukulan beruntun Wira. Wira pun menghabisi sang monster dengan Harimau Roaring Thunder tempo tinggi yang membuat tubuhnya meledak hancur berantakan dan memperparah retakan pada dinding tebing. Dengan monster buruan pertamanya kalah, Wira mengekspresikan rasa puasnya karena menjadi Satria yang ia inginkan, dimana saat itulah ia menyadari kehadiran Arsya yang menyaksikan pertarungannya dengan sang monster.

Sayangnya, di saat itulah tragedi yang menjadi awal jalan hidup Wira menuju sisi gelap dimulai. Retakan pada tebing akibat penggunaan kekuatan Torga yang berlebihan oleh Wira menyebabkan dinding tebing yang retak oleh serangan brutalnya ambles seketika. Menyadari akan apa yang terjadi, Arsya memohon kepada Wira untuk tidak mendekatinya, tapi Wira tetap berlari demi menyelamatkan nyawanya. Sayangnya, semuanya sudah terlambat. Arsya terkubur hidup-hidup terkena bebatuan yang longsor. Meskipun Wira sudah menggali Arsya keluar, cedera Arsya sangat parah sehingga ia akhirnya meninggal di pelukan sang murid Satria beberapa saat setelah diselamatkan. Di saat Master Torga menemukan mereka berdua, ia menemukan Wira masih meratapi kematian Arsya ditengah guyuran hujan. Kecewa akan kehancuran yang disebabkan kecerobohan Wira telah memakan korban, Master Torga menyimpulkan bahwa Wira tidak pantas menjadi penerusnya meskipun Power Stone Kuning memilihnya. Ia pun meminta Wira menyerahkan Power Stone tersebut. Wira yang tidak sanggup menerima kenyataan bahwa harapan, cita-cita, hidupnya, dan orang yang disayanginya membiarkan dirinya dan Arsya yang sudah tidak bernyawa tersambar petir di detik itu pula, menyebabkan rasa marah dan kecewa Master Torga berubah menjadi rasa sedih dalam sekejap karena mengira bahwa mereka berdua meninggal tepat di depan matanya.

Walaubagaimanapun, pederitaan Wira masih belum berakhir, sebab terungkap bahwa ia dan Arsya hanya berpindah jauh ke tempat lain, kemungkinan karena pengaruh kekuatan Power Stone Kuning. Setelah mengubur jasad Arsya, Wira berkelana tanpa tujuan, untuk sesaat melewati tempat-tempat yang pernah ia lalui bersama sang guru dan cinta di hidupnya. Rasa putus asanya akhirnya menggelapkan hatinya dan mengubahnya menjadi monster; ia menyimpulkan bahwa sumber penderitaannya adalah salah kaum Satria dan seluruh dunia, dan bersumpah untuk membalas dendam dengan cara menaklukkan seluruh dunia dan membantai para Satria. Ia memulai dengan membasmi para monster jahat yang mengancam penduduk tak berdosa sebagai Torga sehingga dipuja sebagai dewa oleh orang-orang yang ia selamatkan. Merasa sudah cukup kuat, ia kemudian menebar terror dan kekacauan sembari mencari para Satria yang ia anggap merebut semua yang ia sayangi, dan amukannya membawanya ke tempat suci kaum Satria.

Setibanya di tempat suci kaum Satria, kedatangan Wira telah disambut oleh Bima Legend yang memberitahunya bahwa ia sudah mendengar tragedi yang memulai ini semua dan mengira kekacauan yang ia lakukan adalah supaya bisa menghidupkan kembali orang yang disayanginya. Wira, yang sudah gelap oleh kebencian, membantah bahwa satu-satunya yang ia inginkan adalah membantai para Satria, dimana kegelapan di hatinya membuat wujud Torganya menjadi gelap untuk sesaat sebelum pertarungannya dengan Bima Legend dimulai, pertanda akan masa depannya sebagai Evil Torga. Pertempuran sengit antara dua Satria berlangsung dramatis dan dalam waktu yang lama, sehingga akhirnya Wira pun kalah di tangan Bima Legend yang lebih tangguh dan berwibawa.

Wira pun dipenjara oleh Bima Legend yang menyita Power Stone Kuning miliknya dan bersiap untuk membuangnya di dimensi ruang dan waktu. Di detik-detik sebelum diasingkan, Wira, masih dibelenggu ke batu besar, bersumpah akan membenci kaum Satria untuk selamanya. Dengan itu, Bima Legend membuangnya ke dimensi ruang dan waktu sebelum mempercayakan Power Stone Kuning ke Harimau Spirit supaya Power Stone tersebut diwariskan ke penerus gelar Torga yang lebih baik.

Satria Garuda Bima-X

Manusia Topeng Besi

Wira Dewasa di Series Satria Garuda Bima-X

Setelah terkurung dalam waktu yang lama, Wira secara tak sengaja tiba ke wilayah kekuasaan VUDO di dunia parallel dan ditangkap oleh satu skuadron Kombatan yang kebetulan melakukan patrol disana. Dikira sebagai penyusup, Wira yang tidak sadarkan diri pun dibawa ke laboratorium Rexor yang kemudian mengetahui sebagian seluk beluk masa lalunya. Melihat potensi dalam dirinya, Rexor memodifikasi Wira menjadi prajurit setia VUDO berupa baju zirah hidup bernama Topeng Besi. Setelah transformasinya tersebut, Wira pun mengasumsi Topeng Besi sebagai identitas barunya karena perubahannya memiliki efek samping dimana ia kehilangan ingatan akan masa lalunya sebagai mantan penerus Torga.

Bima

Sebagai Topeng Besi, ia menjadi jendral tertinggi Rasputin. Sangat setia namun sangat mudah emosi, tinggi hati, dan memiliki harga diri yang tinggi, kepribadian manusianya yang masih bertahan meski sudah menjadi baju zirah hidup. Awalnya sangat dipercayai oleh Rasputin dalam bertindak dan memiliki peran penting dalam menculik orang tua Randy dan Ray, namun karena kegagalannya secara beruntun dan strategi yang terang-terangan sehingga Bima selalu berhasil mengatasi sepak terjangnya, dia akhirnya direndahkan. Hal ini sangat menyakitkan bagi Topeng Besi, apalagi setelah dia dipaksa untuk digantikan oleh Azazel akan statusnya sebagai panglima tertinggi yang lebih kompeten. Dia pun berusaha menghabisi Azazel dan Bima.

Topeng Besi kalah telak saat berencana untuk menghabisi Bima setelah dia mengira dirinya berhasil membunuh Azazel demi mendapatkan kembali posisinya sebagai jendral VUDO. Terlebih lagi, Power Stone Biru miliknya direbut oleh Bima sehingga Iron Claw miliknya hilang.

Di episode 26, Topeng Besi dibangkitkan kembali oleh Black Lord (dikenal sebagai Black Priest di seri awal Bima) dan menghabisi Rasputin yang sedang sekarat setelah kalah melawan Bima dan Azazel karena kemuakannya terhadap sifat bodoh dan kegagalan Rasputin, sekaligus menyatakan kesetiaannya kepada pemimpin baru, Black Lord.

Bima-X

Di episode Prologue, Topeng Besi memohon Black Lord untuk memperkenankan dia untuk menghabisi Bima dan Azazel yang lemah akibat dihajar monster komodo yang sukses menguji kekuatan Power Stone Sintesis melawan kedua Satria, namun ditolak. Karena sifat ketidaksabaran Topeng Besi, dia secara sembarangan melanggar perintah Black Lord untuk diam ditempat. Akibatnya, dia dihabisi oleh Draconar dengan diserang dari belakang dimana Draconar menghinanya akan kenikmatan menyerang diam-diam.

Beberapa minggu kemudian, Topeng Besi dibangkitkan dengan wujud yang dimodifikasi bersama dua mantan Shadow Crisis, Zacros dan Karax oleh Rexor tanpa ia sadari. Topeng Besi yang sudah teracuni dendam akibat pengkhianatan kesetiaannya bertekad untuk menghabisi Bima-X, Azazel, dan Black Lord demi menguasai dunia tanpa adanya pengkhianatan kesetiaan lagi. Akan tetapi, disaat yang sama, Topeng Besi mulai dihantui oleh ingatan masa lalunya, dan potongan ingatannya yang hilang muncul kembali sejak mulai bertarung dengan Torga baru (Dimas) untuk pertama kali. Ia kemudian terobsesi dengan ingatan lamanya tersebut, sampai-sampai sengaja menculik Dimas dan menyentuh Power Stone miliknya beberapa kali, yang berujung ke pertarungan dahsyat dimana ia akhirnya nyaris tewas di tangan Dimas dan Ray.

Tapi, hal itu semua adalah rencana Rexor sejak awal; Rexor telah menanamkan sebuah power stone sintesis berwarna oranye ke tubuh barunya tanpa sepengetahuan Topeng Besi sendiri, memberinya kemampuan untuk mengakses sebuah kekuatan yang sangat dahsyat. Dan yang mengejutkannya, kekuatan tersebut merubahnya menjadi Torga seperti Dimas. Namun, karena sumbernya adalah power stone sintesis yang diperkuat oleh kebencian dalam hati Topeng Besi, ia akhirnya menjadi Evil Torga.

Setelah berubah, Topeng Besi memberitahu Bima dan Dimas bahwa ia dulunya adalah Satria Torga seperti Dimas, tapi teracuni kesombongan dan menjadi jahat karena merasa dipuja seperti dewa dan berniat menyalahgunakan kekuatan Torga-nya untuk menguasai Bumi, sehingga Bima Legend, yang muncul setelah dirinya, dan Harimau Spirit menghukumnya. Hal ini membuatnya sangat membenci kaum Satria, Kebencian tersebut, disertai oleh masa lalunya sebagai Torga, menjelaskan kenapa dirinya menjadi Evil Torga dengan kekuatan yang lebih gelap dari kekuatan Dimas yang masih murni.

ET vs. BL

Evil Torga vs. Bima Legend

Setelah mendapatkan kekuatannya yang baru sebagai Evil Torga, Topeng Besi berniat untuk menggunakan kekuatannya untuk menghabisi Bima, Azazel, penerus Torga yang sekarang. Di awal pertarungan, dia mengungguli Ray dan Dimas dan berhasil menyudutkan mereka, hanya untuk diganggu oleh Rexor yang membawanya untuk mengajaknya bekerja sama kembali dengan Black Lord. Topeng Besi dengan enggan setuju meskipun sudah bertekad untuk berbalik melawan Rexor dan Black Lord suatu saat nanti.

Dalam pertarungannya yang ketiga melawan Bima-X dan Torga, dia berhasil dikalahkan karena serangan satu titik oleh Ray dan Dimas. Hal ini membuatnya geram dan secara tidak sengaja berhasil menemukan Gerbang Dunia Satria. Menemukan Dimas secara tidak sengaja, namun gagal menghabisinya karena Dimas tertolong oleh Glitter Bima.

Hal yang paling Topeng Besi inginkan pertama terkabul, dia terbawa untuk bertarung melawan musuh terberatnya, Bima Legend. Pertarungan sengitnya dengan Bima Legend membuktikan berbahayanya Evil Torga, karena besar kekuatan kebenciannya berhasil menghancurkan Bima Legend untuk selama-lamanya. Namun, kesenangannya hanya dinikmati sebentar karena kedatangan Ray dan Dimas yang geram dan berhasil membalaskan kekalahan Bima Legend berkat bantuan sisa kekuatan darinya.

Dipertarungan akhir setelah dia membunuh Rexor saat dia melemah, Topeng Besi ditantang oleh Dimas dalam pertempuran mematikan menggunakan Torga Chain. Dimas berhasil menghancurkan Topeng Besi dengan serangan terlarang Torga yang hampir saja membunuh dirinya sendiri.

Kepribadian

Sepanjang seri, Wira mengalami berbagai perubahan karakter dimana sisi yang menonjol adalah kegigihannya.

Wira

Wira adalah murid Master Torga yang baik, gigih, dan penuh semangat, suatu hal yang tidak mengejutkan untuk pendekar yang masih muda. Ia sangat mengagumi gurunya, dan ingin sekali menjadi penerusnya begitu mengetahui Power Stone Kuning milik Master Torga memilihnya. Akan tetapi, Master Torga merasa ia belum siap karena Wira hanya baru kuat dari luar meskipun Wira sudah membangkitkan potensinya: Wira belum memahami pentingnya kesabaran dalam mengembangkan diri menjadi seorang Satria. Benar saja, hal ini terbukti dari saat ia nekat menggunakan Power Stone Kuning tanpa seizin gurunya untuk membunuh monster yang baru ia taklukkan sehingga ia juga secara tidak sengaja membunuh Arsya, gadis yang sangat dicintainya. Ketidakmampuannya untuk tabah dalam cobaan akibat kesalahannya sendiri serta belajar dari kesalahan tersebut, dan kekecewaan dari sosok idolanya pun menggelapkan hatinya sehingga ia menyalahkan kaum Satria atas penderitaanya. Wira bersumpah untuk membasmi kaum Satria yang sangat ia benci sehingga ia nekat menyerang tempat suci mereka yang dijaga Bima Legend. Sayangnya, meskipun dengan kekuatan Torga milikya yang ternoda oleh kegelapan hatinya, Wira akhirnya kalah dan dikurung di dimensi ruang dan waktu. Hal ini berujung ke usaha pelariannya yang membuatnya secara tidak sengaja tiba di wilayah kekuasaan VUDO serta ditangkap dan diubah menjadi prajurit kebanggaan VUDO dengan nama Topeng Besi.

Topeng Besi

Sebagai Topeng Besi, Wira adalah panglima VUDO yang kejam, gigih, dan tanpa ampun serta tidak ingin membiarkan siapapun atau apapung menghalanginya dari tujuannya. Ia memiliki rasa percaya diri yang berlebihan setiap kali menghadapi Bima dan para sekutunya, yang membuatnya sering meremehkan musuh-musuhnya dan harus menghadapi kekalahan akibat kesombongannya sendiri. Lebih dari sering, rasa percaya dirinya yang tinggi mendorongnya menjalankan operasi VUDO di Bumi secara terang-terangan sehingga membuat Bima selalu berhasil menangkap basah serta menghentikan sepak terjangnya dengan mudah, bahkan dengan strategi-strategi yang makin menantang. Meski demikian, ia sangat setia dengan Rasputin meski terbukti kurang kompeten dibandingkan Azazel alias. Reza (yang dicuci otak oleh Rasputin menjadi panglima bonekanya), dan tidak suka mengecewakan tuannya lebih dari apapun. Ia juga mudah menyimpan dendam seperti yang ia demonstrasikan saat nekat membelot melawan Azazel, menghabisi Rasputin yang lemah setelah kalah dari pertarungan melawan Bima dan Azazel, dan nekat membelot dengan mencoba menghabisi Ray dan Reza yang lemah akibat dikalahkan Proteus yang dibekali Power Stone Sintesis. Keegoisannya untuk membalas dendam pun membuatnya harus dihancurkan dan dibangun ulang oleh Falconer ke wujud Reborn.

Sejak dirombak ke wujud Reborn, Wira memutuskan untuk berhenti menjadi anggota VUDO, namun terus bertempur melawan para Satria di saat yang sama. Hal ini membuatnya secara tidak langsung menjadi pion VUDO, terutama Rexor yang tahu akan masa lalunya sebagai Satria. Akan tetapi, itu semua berubah begitu Wira mulai teringat akan jati dirinya sebagai mantan Torga bernama Wira begitu bertemu Torga baru berupa Dimas. Terobsesi akan ingatannya yang hilang, ia memutuskan untuk fokus kepada Dimas demi mendapatkan jawaban. Walaubagaimanapun, Rexor, yang memprediksi bahwa hal ini akan terjadi, telah menanamkan Power Stone Sintesis yang akhirnya memberi Wira versi gelap dari kekuatan Torga. Kembalinya ingatan yang hilang, ditambah dengan Power Stone Sintesis dalam tubuh Reborn-nya yang sudah dipenuhi kebenciannya akhirnya membangkitkan Wira yang terpendam dalam diri Topeng Besi.

Dengan jati dirinya yang sebenarnya sudah kembali, Wira kembali ke tujuan awalnya dimana ia segera menyerang tempat suci para Satria dan menghabisi Bima Legend, namun gagal mengalahkan Ray dan Dimas yang telah menjadi kuat. Puas dengan kekuatan barunya sebagai Evil Torga tapi sadar bahwa ia masih dimanipulasi Rexor, Wira memutuskan untuk membunuh Rexor and berhasil melakukannya saat ia lengah di puncak pertempuran antara VUDO dan para Satria sebelum melawan Dimas. Sayangnya, ia harus tewas di tangan Dimas karena serangan terlarang Torga, dan di saat terakhirnya, ia berseru bahwa satu-satunya hal yang ia miliki hanyalah pertarungan.

Meski sudah menjadi anti-satria yang mengerikan, Wira sebenarnya masih memikirkan Arsya. Memang, rasa cintanya terhadap Arsya menjadi dorongannya untuk balas dendam sehingga menjadi senjata Black Lord dan Mamoun yang misterius. Hal ini makin jelas di Satria Heroes: Revenge of Darkness dimana saat ia berhasil mengalahkan Ray, Dimas, dan Reza, Wira tiba-tiba teringat akan momen kematian Arsya sehingga kesedihannya membuatnya kurang fokus saat menghadapi ketiga Satria yang dipulihkan oleh Satria Naga. Setelah kalah oleh Ray, Dimas, dan Reza yang tubuhnya baru pulih oleh kekuatan Power Stone Hitam berkat ikut campur Satria misterius tersebut, jiwa Wira akhirnya menemukan kedamaian di alam limbo setelah bertemu kembali dengan jiwa Arsya. Dengan itu, anak baik dan murid Satria dalam diri Wira pun kembali dan Bersama gadis yang dicintainya di alam baka.

Wujud

Torga (II)
10404202 388295671338926 1684407833899316763 n

Torga (Pertama)

"Thunder"
―Suara Power Stone

Arsenal

Penampilan: Episodes 23, 26, 29-30, 33-35. (Hanya Sekilas Ingatan Topeng Besi)

Topeng Besi
Topeng Besi

Iron Mask

Arsenal


Penampilan: Episodes 1-26 (Season 1), The Beginning, 1-2 (Season 2)

Topeng Besi: Reborn
Topeng Besi Reborn

Iron Mask Reborn

Arsenal

  • Iron Cannon - Senjata Topeng Besi yang baru, menggantikan Iron Claw. Bentuknya menyerupai meriam angin Doraemon maupun Buster milik para tokoh Mega Man. Dengan senjata ini, Topeng Besi melancarkan jurus bernama Iron Buster.
  • Power Stone

Appearances: Episodes 5-10, 17-38, 47-48. (Season 2)


Evil Torga
11052447 1586106471667112 5526588462675911183 n

Pemburu Satria Evil Torga

Evil Torga Topbes

Pemburu Satria

"Sintetis"
―Suara Power Stone

Arsenal

Penampilan: Episodes 34-39, 41, 46-48, Satria Heroes Revenge Of Darkness

Satria Osiris
08.歐西里斯戰士(Satria Oisirs)

Satria Oisirs

akan ditambhakan Penampilan: Satria Heroes Revenge Of Darkness

Catatan

  • Topeng Besi konon disebut tidak bisa mati karena tubuhnya hanyalah kumpulan armor besi kosong yang dihidupkan VUDO. Namun, kenyataan di seri para episode berikutnya tidak seperti yang terlihat.
    • Belakangan akhirnya terungkap bahwa sebelum menjadi kumpulan armor besi yang kosong, ia sebenarnya adalah manusia yang merupakan pendahulu Dimas sebagai satria Torga dari masa lalu: Teracuni oleh kesombongan karena kekuatannya yang besar, ia menjadi jahat dan akhirnya gelarnya sebagai Torga dicabut dan diasingkan ke dunia paralel untuk selamanya, hanya untuk nyaris dibunuh oleh pasukan VUDO dan kesadarannya serta yang tersisa dari tubuhnya dipindahkan ke armor besi kosong.
    • Perannya mirip seperti Emperor Vertus dari animal kaiser.
    • Dua-duanya adalah lawan akhir, tetapi vertus tewas sedangkan topeng besi tidak
  • Topeng Besi hanya satu-satunya pendahulu Torga yang jahat.

Referensi

  1. Twitter Bima Satria Garuda 22/12/13: Black Priest, diakses 30 Desember 2013.